END The Hearts Next Stop

END The Hearts Next Stop

  • WpView
    Reads 2,291
  • WpVote
    Votes 555
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 21, 2025
Jakarta selalu sibuk. Pagi yang terburu, halte yang sesak, orang-orang yang bersembunyi di balik lelah mereka. Zevan salah satunya. Hidupnya berjalan lurus. Motor, busway, kantor, pulang. Sampai ia melihat Liora. Perempuan yang diam, letih, tapi membawa kehangatan yang tak bisa ia abaikan. Percakapan sederhana berubah jadi alasan untuk menunggu, tawa kecil jadi sesuatu yang ingin ia genggam. Namun, semakin ia mendekat, semakin jelas jarak di antara mereka. Ada rahasia yang Liora simpan, ada kehidupan yang tak bisa ia masuki. Dan ketika semuanya terkuak, Zevan hanya bisa bertanya, "Apakah cinta masih berarti bila datang terlambat?" Atau memang ada hati yang ditakdirkan tak pernah bertemu di pemberhentian yang sama? [090925] Judul ide dari Nat Winchester member NPC2301 Kalau kamu lihat cerita ini di luar Wattpad Shireishou, mohon laporkan ke @Shireishou. Terima kasih. End 21 Sept 25 V : 1.31k
All Rights Reserved
#15
busway
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Asisten Dewan
  • Touchpoints
  • My Father's Assistant (21+)
  • Favorite Lecturer
  • intimate feeling
  • Half Of My Heart [END]
  • Call It A Day!
  • ON THE BACK BURNER (COMPLETED)
  • Labirin Gairah
  • Love You, Goodbye! ✔

Kinan pikir hidupnya akan lebih tenang setelah meninggalkan dunia event organizer. Jam tidur lebih waras, akhir pekan lebih manusiawi, dan waktu untuk dirinya sendiri. Tawaran menjadi Personal Assistant langsung ia ambil - sampai ia tahu siapa bos barunya. Seorang anggota DPR. Aditya Danureksa bukan hanya bereputasi bersih, tapi juga sulit ditebak. Dunia kerja yang awalnya terlihat stabil berubah menjadi penuh tekanan, strategi, dan batas yang harus ia jaga ketat. Namun semakin lama mereka bekerja bersama, semakin sulit Kinan mengabaikan percakapan - percakapan kecil yang terasa terlalu personal untuk disebut profesional.

More details
WpActionLinkContent Guidelines