Alankara!

Alankara!

  • WpView
    OKUNANLAR 5,492
  • WpVote
    Oylar 1,154
  • WpPart
    Bölümler 29
WpMetadataReadDevam ediyor
WpMetadataNoticeSon yayınlanan yaklaşık 21 saat önce
Alan Dianggatara. Salah satu anggota OSIS SMA LAKSANA yang terkenal kaku dan dingin. Hidupnya hanya belajar dan belajar, tak ada yang istimewa bagi sebagian kata orang, tapi bagi Alan, belajar adalah segalanya. Berbeda dengan Kara Jeranni Zie. Cewek dengan sikap ceroboh dan polosnya yang selalu tak lepas dari Alan. Dimanapun kecerobohan Kara dibuat, Alan lah yang mengatasi. - - - - - Jangan melihat cerita dari banyaknya view, tapi coba kamu cari tahu dulu isi di dalamnya..., siapa tau didetik itu juga kamu bakal suka ✨ FOLLOW DULU SEBELUM BACA! Start : 3 September 2025
Tüm hakları saklıdır
#1
ceria
WpChevronRight
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • BADAI CAMILLA [COMPLETED]
  • Pretended || Avoidant ✅
  • SAMUDRA
  • Rasa Dua Hati { Completed } ✓
  • Love in Our Crazy Family
  • You Are My Destiny
  • Sweet Promises (SELESAI)
  • Just, Devan
  • Don't Leave Me (TAMAT)

"Gala.." lirih gadis itu yang kini menatap nanar ke arah laki-laki disampingnya. "Kenapa hem?" Tanya nya kemudian, satu tangannya terangkat mengusak rambut hitam itu yang dibiarkan tergerai. Cantik, sangat cantik. "Papah.." Gadis tersebut berhenti sejenak, tak kuat melanjutkan kalimatnya tatkala suara isakan lolos begitu saja dari kedua belah bibirnya. Hatinya gundah. "Papah mau nikah Gal, gue takut-" "Gue takut papa gak sayang lagi sama gue. Gue gak bisa." Tangisnya pecah, takut, sebelumnya ia tidak pernah merasakan ketakutan seperti ini. Ia sungguh tidak bisa walaupun hanya untuk sekedar membayangkan bagian terburuknya. Laki-laki disampungnya hanya bungkam. Tak pandai mengucapkan kalimat-kalimat menenangkan direngkuhnya tubuh itu kedalam dekapannya. Dipeluknya erat, seolah-olah mengatakan bahwa gadis itu akan baik-baik saja. "Dengerin gue, kalaupun itu terjadi. Lo masih punya gue. Rumah kedua lo. Orang yang akan selalu ada disamping lo." -------------- "Gala....tolong jangan tinggalin gue." Mohon Renja. Kedua air matanya kian berderai ketika Gala justru malah bangkit berdiri dari duduknya. "Maaf Ren, gue gak bisa. Dia butuh gue." Ucapnya dan segera bergegas pergi. Meninggalkan Renja sendirian yang kian menganga lukanya dan sama membutuhkannya. Atau bahkan sangat membutuhkannya. Dan untuk yang kesekian kalinya ia ditinggalkan oleh orang-orang tersayangnya. Nyatanya manusia itu berubah. Ia menyesal karena pernah begitu percaya.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi