back to home

back to home

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 1, 2026
Tiga orang gadis membentuk sebuah rumah , bukan rumah yang pada umumnya, tapi rumah untuk pulang dengan kebahagiaan, bukan hanya untuk tidur dan makan, tapi rumah untuk berbagi ceria dan keluh kesah. Apakah mereka bertiga bisa mempertahankan rumah itu, atau malah mereka biarkan setelah mereka memiliki kehidupan masing masing? Yang kepo gas baca:v Jangan lupa : Vote⭐ Kome 💬 Shere↪️ Bagi saran dan masukannya yah guyss😘 Adegan: #anak remaja #kekerasan #🔞 #kalimat kasar #dll Ini hanyalah khayalan author, mohon bijak dalam membaca, dibawah 🔞 tidak di sarankan, sekali lagi (MOHON BIJAK DALAM MEMBACA) sekian ,selamat membaca:)
All Rights Reserved
#64
4u
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • Just let me live, Duke!
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • New life, New problems [END]
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • The Duke'S Red String
  • GALEN PRADIPTA
  •   My Switched Daughter END
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Eris terbangun di tubuh wanita hamil, seorang villainess yang akan mati di tangan anaknya sendiri tujuh bulan dari sekarang. Tanpa kekuatan, tanpa sekutu, Eris terjebak dalam keluarga yang tak pernah dia bayangkan, tiga anak laki-laki yang tumbuh menjadi calon villain dalam kisah berikutnya, dan sang suami, Grand Duke Kael Valerius, villain yang selama ini hanya mengakui satu orang di dunianya: tokoh utama wanita. Eris hanya ingin kabur dan bertahan hidup. Namun saat retakan dunia mulai melahirkan monster, dia justru terikat pada kekuatan yang besar, dan semakin dalam terseret ke keluarga yang seharusnya dia hindari. Semakin dia mencoba pergi, semakin dia terjerat oleh anak-anaknya sendiri, dan ... oleh suami yang tak pernah berniat melepaskannya. * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines