Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Nabastala di Ujung Senja

Nabastala di Ujung Senja

  • WpView
    MGA BUMASA 182
  • WpVote
    Mga Boto 12
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Sep 28, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Makan, tidur, nugas!" Dari banyaknya hal yang ada di dunia, hidup Amara hanya terfokus pada ambisinya. Selembar kertas target IPK di dinding merupakan bukti betapa keras Amara terhadap dirinya sendiri. Baginya, tak ada yang lebih penting dari tumpukan prestasi di lemari ruang tamunya. Amara yang seperti itu, malah terpaksa harus bekerja sama dengan Natala -Mahasiswa paling santai di satu Departemen mereka- untuk meraih target kemenangan terakhir dalam listnya tahun ini. Sialnya, keputusan ceroboh itu malah membawa Amara pada dunia baru yang dirinya hindari. Jika sudah begini, akankah Amara mampu berdiri kokoh di prinsipnya? Atau, apa dirinya mungkin terlena pada cinta dan melupakan target besar yang telah menjadi tujuan hidupnya sedari lama? #2025
All Rights Reserved
#137
greenflag
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman