SUJESA
Jendral, Satria, dan Sultan adalah saudara kandung dari ibu yang berbeda, hubungan ketiganya sudah tidak harmonis sejak enam tahun lalu, lebih tepatnya pada saat pernikahan kedua ayahnya terbongkar dihadapan semua anggota keluarga. Meninggalkan pertengkaran, trauma pengkhianatan, kehilangan, dan luka yang tidak disediakan obatnya.
Keadaan memburuk ketika Mira, isteri pertama, sekaligus ibu dari Jendral dan Satria, meninggal dunia, disusul dua bulan kemudian Alya, isteri kedua sekaligus ibu dari Sultan juga meninggal karena kecelakaan mobil. Seminggu kemudian, Yoga, si kepala keluarga, memutuskan dan membawa Sultan untuk tinggal bersama-sama di rumah utama tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengan semua orang. Saat itu usia Jendral baru kelas dua SMA, sedangkan Satria dan Sultan kelas tiga SMP.
Hubungan Sultan dan Satria sudah tidak akur sejak awal bertemu, keadaan menjadi semakin buruk ketika Yoga memutuskan untuk meninggalkan ketiga anaknya dan hidup sendirian di kota yang berbeda. Alhasil semua beban rumah dan kehidupan keluarga menumpuk dipundaknya. Satria yang paling menyalahkan Jendral, sedangkan Sultan menganggap kebaikan yang Jendral berikan hanya sebatas perasaan kasihan. Hanya Jendral yang berani melangkah keluar dari lukanya, sedangkan semua orang yang lain masih terjebak di dalam bayang-bayang kelam enam tahun lalu.
Ada kalimat menyatakan bahwa orang yang paling banyak tersenyum, sebenarnya adalah orang yang yang paling banyak memendam dan menyembunyikan lukanya. Jendral tidak masalah jika seumur hidupnya harus begitu, karena berapa lama pun waktunya, ia sudah berjanji akan menunggu sampai akhirnya kebahagian itu tiba.
Feat Lee Jeno, Park Jisung, & Zhong Chenle