Story cover for Kakel Posesive by DodlePuff
Kakel Posesive
  • WpView
    Reads 54,780
  • WpVote
    Votes 2,391
  • WpPart
    Parts 37
  • WpView
    Reads 54,780
  • WpVote
    Votes 2,391
  • WpPart
    Parts 37
Ongoing, First published Sep 04, 2025
"Lepasin aku, Gib!" suara Ziyu bergetar.
"Lo pikir gue ga liat lo pelukan sama Fatar?" Gibran mendekat, sorot matanya tajam.
"Aku bisa jelasin, Gib," Ziyu mencoba bertahan.
"Jangan banyak alasan," Gibran menekan rahangnya.
"Tapi, Gib-"
"Ga ada tapi. Malem ini lo bakal inget siapa gue," ucapnya dengan senyum miring yang bikin Ziyu bergidik.
"Kamu... mau ngapain, Gib?" tanya Ziyu waspada.
"Gue bakal bikin lo nyesel udah bikin gue marah," bisik Gibran penuh ancaman.
Ziyu berusaha mundur, tapi Gibran menahan pergelangan tangannya lebih kuat.
"Gib, kamu nyakitin aku..." suaranya bergetar.
"Nyakitin?" Gibran tersenyum miring. "Lo nggak tau sakitnya gue ngeliat lo di pelukan cowok lain."
"Gib, aku beneran bisa jelasin!" Ziyu mencoba meyakinkan.
Tapi Gibran mendekat, suaranya turun jadi bisikan dingin. "Gue nggak butuh penjelasan. Gue cuma butuh lo tau satu hal: lo milik gue. Dan gue bakal pastiin lo inget itu setiap detik."
Tatapan Gibran membuat Ziyu gemetar. Ada rasa takut... tapi juga debar yang nggak bisa ia pahami.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Kakel Posesive to your library and receive updates
or
#51giyoon
Content Guidelines
You may also like
The Devil's Playground [Giyoon] by achasukayuan
4 parts Ongoing
Dunia adalah palu godam. Dan bagi sebagian orang, ia tak pernah berhenti memukul. Yoonho tahu rasanya. Sudah setahun, setiap tarikan napasnya terasa seperti menelan serpihan kaca. Ia berjalan, duduk, bahkan tidur, itupun jika kantuk sudi menyambutnya, selalu di hantui bayang-bayang ketakutan. Jiwanya? Sudah lama rapuh, tercerai berai di bawah tapak kaki para penguasa sekolah elit Undercover School. Di sekolah yang seharusnya menjadi tiket emas menuju masa depan cerah, Yoonho justru menemukan neraka. Sebagai siswa beasiswa di tengah lautan anak-anak konglomerat, ia adalah anomali, objek kebencian yang mudah disingkirkan. Pengucilan sudah jadi makanan nya sehari-hari. Namun, tidak ada yang bisa menandingi kegelapan yang dibawa oleh satu nama: Mingi. Mingi. Pangeran kegelapan sekolah. Sempurna dalam wujud, namun iblis dalam perangai. Kehadirannya datang tanpa peringatan, membawa badai yang merenggut sisa-sisa kedamaian Yoonho. Sejak hari itu, kehidupan Yoonho benar-benar berubah drastis. Ia bukan lagi manusia, melainkan mainan, lebih tepatnya seorang budak tak berbayar yang tak punya hak menolak. Bahkan menangis pun Yoonho sudah enggan. Air mata nya sudah habis, digantikan kekosongan yang membatu. Melawan? Percuma. Mereka punya kuasa, punya uang, dan punya cengkeraman yang mencekik. Ia hanya bisa diam, menurut, patuh, layaknya anjing yang terlatih. Mingi menikmati setiap detik penderitaan di hidupnya. Seolah laki-laki itu punya dendam besar padanya, membuat Yoonho bertanya-tanya, Kenapa? Kenapa Mingi memilihnya sebagai target? Apakah hanya karena status beasiswanya? Pertanyaan itu tak pernah terjawab, menjadi misteri yang masih belum dapat ia pecahkan.
You may also like
Slide 1 of 5
The Devil's Playground [Giyoon] cover
Prison of Obsession 2 cover
LOVE YOU MAMI ( END ) cover
President's Wife cover
Stay here Kapten! cover

The Devil's Playground [Giyoon]

4 parts Ongoing

Dunia adalah palu godam. Dan bagi sebagian orang, ia tak pernah berhenti memukul. Yoonho tahu rasanya. Sudah setahun, setiap tarikan napasnya terasa seperti menelan serpihan kaca. Ia berjalan, duduk, bahkan tidur, itupun jika kantuk sudi menyambutnya, selalu di hantui bayang-bayang ketakutan. Jiwanya? Sudah lama rapuh, tercerai berai di bawah tapak kaki para penguasa sekolah elit Undercover School. Di sekolah yang seharusnya menjadi tiket emas menuju masa depan cerah, Yoonho justru menemukan neraka. Sebagai siswa beasiswa di tengah lautan anak-anak konglomerat, ia adalah anomali, objek kebencian yang mudah disingkirkan. Pengucilan sudah jadi makanan nya sehari-hari. Namun, tidak ada yang bisa menandingi kegelapan yang dibawa oleh satu nama: Mingi. Mingi. Pangeran kegelapan sekolah. Sempurna dalam wujud, namun iblis dalam perangai. Kehadirannya datang tanpa peringatan, membawa badai yang merenggut sisa-sisa kedamaian Yoonho. Sejak hari itu, kehidupan Yoonho benar-benar berubah drastis. Ia bukan lagi manusia, melainkan mainan, lebih tepatnya seorang budak tak berbayar yang tak punya hak menolak. Bahkan menangis pun Yoonho sudah enggan. Air mata nya sudah habis, digantikan kekosongan yang membatu. Melawan? Percuma. Mereka punya kuasa, punya uang, dan punya cengkeraman yang mencekik. Ia hanya bisa diam, menurut, patuh, layaknya anjing yang terlatih. Mingi menikmati setiap detik penderitaan di hidupnya. Seolah laki-laki itu punya dendam besar padanya, membuat Yoonho bertanya-tanya, Kenapa? Kenapa Mingi memilihnya sebagai target? Apakah hanya karena status beasiswanya? Pertanyaan itu tak pernah terjawab, menjadi misteri yang masih belum dapat ia pecahkan.