STAY TO LILLAH

STAY TO LILLAH

  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., sept. 5, 2025
Seorang santriwati yang hidupnya tak pernah merasakan peran ayah dan ibu-dia hidup dengan seorang kakak laki laki pemabuk, ia tak pernah merasakan kebahagiaan, seperti halnya yang ia lihat pada orang lain-namun tentunya dia tak boleh mengeluh-bersyukur dengan apa yang Allah berikan dan selalu menikmati nikmat yang melimpah dari Allah... Namun apakah bisa dia merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya? Tentunya tak hanya sebuah ucapan, namun sebuah doa pada Allah-dia ingin merasakan bahagia, meski satu kali... "Bang, sudah pulang? Aku sudah siapkan makan, abang pasti capek pulang bekerja" ucap Hasna Dengan senyuman "Gua gak laper, minggir lo, ngantuk gua" ucap Adnan Sambil kliyengan "Astaghfirullah, abang mabuk lagi?" "Bacot!! Diem lu!" *** "Boleh, aku mengikuti agamamu?" "Jika niatmu hanya untukku, tidak usah- 'لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ' untukmu agamamu dan untukku lah agamaku"
Tous Droits Réservés
#21
ayokbaca
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu