HUS-band

HUS-band

  • WpView
    LECTURES 123
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 8
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., janv. 25, 2026
perkara temen sakit, jadi ketemu temen waktu kecil? anjay. baca ya guys, di jamin alurnya ga berat. Ini cerita ngga nyata, cuma khayalan author doang. Dan foto foto yang aku masukin ke cerita, itu aku ambil dari pin ya teman teman Suatu hari, sekolah bakal mengadakan open house nih, terus sekolah menyarankan band HUS untuk tampil, biar meramaikan suasana gitu. Akhirnya HUS setuju, mereka latihan gitu guys. Tapi, tiba tiba Lucien tuh sakit, jadi mereka kekurangan personil. Nah, kebetulan ada temen SMP Lucien yang jadi anak baru di sekolah itu. Jadi, Lucien nyaranin si anak baru buat gantiin dia untuk sementara waktu. HUS setuju nih, akhirnya mereka berlima latihan. Saat HUS memperkenalkan diri, si anak baru agak familiar sama salah satu nama personil mereka. Akhirnya dia inget, tapi orang yang dia inget, malah ga inget karna dia lemot+dongo. *BL ONLY NA*
Tous Droits Réservés
#144
mlm
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu