Twisted Fate [Nomin] | BL Lokal

Twisted Fate [Nomin] | BL Lokal

  • WpView
    Membaca 808
  • WpVote
    Vote 89
  • WpPart
    Bab 15
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 25, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
[wajib follow sebelum membaca!] Dua puluh tahun pernikahan seolah runtuh seketika ketika Bramantyo Pradana memilih mengkhianati rumah tangganya demi perempuan lain-yang tak lain adalah sahabat istrinya sendiri. Dari perselingkuhan itu lahirlah seorang anak lelaki bernama Adrian Satriyo, yang kehadirannya menjadi bukti nyata dari luka lama. Di sisi lain, Wira Nugraha, putra pertama Bramantyo dari pernikahan sah dengan Ratna Dewi Kusumawardhani, tumbuh dengan api dendam. Baginya, Adrian adalah simbol pengkhianatan yang merenggut kebahagiaan ibunya. Kata-kata pedas dan tatapan tajam selalu ia tujukan pada Adrian, seolah setiap hembusan napas lelaki itu adalah kesalahan. Namun, hidup mempermainkan keduanya. Bramantyo dengan segala egonya memaksa dua keluarga yang retak itu untuk tinggal bersama di bawah satu atap. Rumah besar keluarga Pradana pun berubah menjadi ladang ketegangan, di mana sabar dan amarah, pasrah dan dendam, bercampur menjadi satu. Adrian, dengan kacamata culunnya, tampak pendiam dan selalu menahan diri. Di balik ketenangannya, ia menyimpan tubuh yang terbentuk dari latihan keras, juga perasaan yang terlarang terhadap Wira-lelaki yang setiap hari menolaknya dengan dingin. Sementara Wira, dengan visual tampan dan aura penuh pesona, menyembunyikan rahasia alter yang selama ini ia jaga rapat: dirinya adalah seorang bottom yang diam-diam tertarik pada dominasi. Pertemuan mereka bukan sekadar tentang dendam keluarga, melainkan juga tentang bagaimana kebencian bisa perlahan berubah menjadi ketertarikan. Pertengkaran demi pertengkaran hanya membuat jarak di antara mereka semakin tipis. Di balik dinding rumah yang dingin, berkembang kisah penuh luka, gairah, dan pilihan sulit: Apakah Wira akan terus memelihara dendamnya? Ataukah ia harus menyerah pada cinta yang justru tumbuh dari sosok yang selama ini ia benci? --- warn! BL stories. original by @abhiyanalghifary
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan