
Prolog Kehancuran memiliki melodi tersendiri, dan Delphine Monroe adalah komposisi yang paling memilukan. Obsesi telah merenggut kewarasannya, keserakahan telah membutakan hatinya. Semua itu mencapai klimaks pada satu malam berdarah yang selamanya mencapnya sebagai monster-wanita yang tega mengangkat pisau untuk kakak kandungnya sendiri. Kini, namanya adalah kutukan. Dibuang oleh keluarga, dilucuti dari segala hak, ia hidup dalam pengasingan yang dingin. Setiap tatapan yang ia terima adalah penghakiman, setiap bisikan adalah cemoohan. Ia adalah aib yang berjalan, reruntuhan dari seorang wanita yang pernah memiliki segalanya. Delphine Monroe berpikir ia telah mencapai titik terendah dalam hidupnya. Ia tidak pernah menyangka, dalam kegelapan lubang yang ia gali sendiri, ada sepasang mata yang mengamatinya. Mata milik seorang pria yang seharusnya ia hindari seperti wabah. Jauh dari dunianya yang remuk, di sebuah kantor yang menjulang tinggi, sebuah laporan disajikan dengan takzim. "Informasi yang Anda minta, Tuan Matthew." Ingin tahu lebih jauh? Siapakah Matthew? Baca selengkapnya...Todos los derechos reservados
1 parte