my brother's love (second)

my brother's love (second)

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
My brother's love. Mungkin ini kisah Cliché tapi aku berharap kita mengambil pesan baik. Ke 7 pemuda yang saling menguatkan kala semesta mempermainkan hidup mereka, canda, tawa, sedih dan duka. Mereka akan melewatinya bersama. Ini seperti kehidupan, tidak semua harus berjalan dalam ketenaran, dan tidak setiap hari berjalan dengan kesakitan. Semesta memberikan waktu tertawa dan tertidur ditengah kekacauan yang terjadi My first story, Second account @ga_nomnom Don't copy please, I Hope.
All Rights Reserved
#65
sedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • adik ipar cantik
  • The Duke'S Red String
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Abo Desire
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Shaenette: Skenario Kedua
  • The Unwritten Lady
  • Just let me live, Duke!

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines