Jika Luka Bisa Bicara

Jika Luka Bisa Bicara

  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 5, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Patah hati mengajarkan, kadang orang yang kita anggap rumah, justru meninggalkan kita tanpa alamat." "Patah hati itu seperti belajar berjalan lagi-kita harus membiasakan diri tanpa seseorang yang dulu selalu ada di samping." **************************************************** Ada luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Ada cinta yang kita kira akan abadi, tapi akhirnya hanya meninggalkan ruang kosong. Arunika percaya enam tahun hubungannya adalah rumah. Ia percaya perjuangan, pengorbanan, dan kesetiaan akan cukup untuk mempertahankan cinta. Namun kenyataan berkata lain, ia dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Di tempat kerja, ia terjebak rutinitas yang menguras tenaga tanpa memberi arti. Mimpinya harus ia kubur karena realitas tidak memberinya pilihan. Bahkan keluarga yang seharusnya menjadi sandaran, tidak selalu mengerti apa yang ia rasakan. Namun perlahan, Arunika belajar bahwa hidup tidak harus selalu sesuai rencana. Luka memang menyakitkan, tapi juga bisa menjadi pintu menuju pertumbuhan. Dan ketika seseorang baru hadir di hidupnya, Arunika sadar: kehadiran itu bukan untuk menghapus masa lalu, melainkan untuk mengajarinya bahwa hidup terus berjalan-meski tidak sesuai dengan yang ia pilih. ✨ Sebuah kisah tentang kehilangan, luka, dan keberanian untuk bangkit. Tentang menerima bahwa terkadang, jalan yang tidak kita pilih justru membawa kita pada diri kita yang sebenarnya. "Jika luka bisa bicara, ia akan menelanjangi semua kepalsuan: senyum yang kering, tawa yang hambar, dan mata yang basah di balik gelap malam."
All Rights Reserved
#324
bangkit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines