Akankah Kita

Akankah Kita

  • WpView
    Reads 20,438
  • WpVote
    Votes 548
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 21, 2016
Pertemuan Shin dan Hasita di Kedai Pustaka bukan karena tidak disengaja. Bersepakat menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih tanpa alasan, membiarkan cinta mereka tumbuh dan mengakar kuat. Namun ketika cinta itu tak terucap... "... Tapi dia bahkan nggak pernah mengucapkannya" - Hasita "Mungkin kita nggak akan melihat senyummu lagi setelah ini, bersiaplah!" - Irma "... jika kau memutuskan untuk menumbuhkannya, maka kau juga harus bersiap merasakan rasa sakitnya." - Karen "... tapi aku nggak akan pernah bisa melukainya." - Adit "Maafkan aku, tapi aku harus. Aku janji akan kembali dan menjelaskan semuanya. Pada saat itu, akankah kita..." - Shin Mereka harus berpisah untuk tetap bersama dan terluka untuk bahagia. Copyright © 2015 By Hanna Yastinika
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Informed Consent
  • Just Us 2 [✔]
  • Sketsa Rasa
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Sister or More
  • Beda Tipis (Asli & Palsu)
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Miracle In December (GOT7 Fanfiction Christmas Edition)
  • ✔My Heart is Beating┃SuperM (Mark)

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines