Akankah Kita

Akankah Kita

  • WpView
    Reads 20,439
  • WpVote
    Votes 548
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Thu, Jan 21, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Pertemuan Shin dan Hasita di Kedai Pustaka bukan karena tidak disengaja. Bersepakat menjalin hubungan layaknya sepasang kekasih tanpa alasan, membiarkan cinta mereka tumbuh dan mengakar kuat. Namun ketika cinta itu tak terucap... "... Tapi dia bahkan nggak pernah mengucapkannya" - Hasita "Mungkin kita nggak akan melihat senyummu lagi setelah ini, bersiaplah!" - Irma "... jika kau memutuskan untuk menumbuhkannya, maka kau juga harus bersiap merasakan rasa sakitnya." - Karen "... tapi aku nggak akan pernah bisa melukainya." - Adit "Maafkan aku, tapi aku harus. Aku janji akan kembali dan menjelaskan semuanya. Pada saat itu, akankah kita..." - Shin Mereka harus berpisah untuk tetap bersama dan terluka untuk bahagia. Copyright © 2015 By Hanna Yastinika
All Rights Reserved
#752
happyending
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Just Us 2 [✔]
  • IMPERFECT
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Tulisan Ghani (SELESAI)
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Sketsa Rasa
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines