The Café

The Café

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 9, 2025
Di sebuah kafe kecil yang tak pernah ramai, seorang barista selalu siap menyeduh kopi dan mendengarkan cerita. Mereka datang satu per satu-orang asing dengan luka, rahasia, dan penyesalan. Seorang pria yang kehilangan istrinya namun tidak bisa menangis. Seorang gadis muda dengan buku catatan kosong yang merasa hidupnya sia-sia. Seorang karyawan dengan jam rusak warisan ayahnya. Seorang perempuan yang takut tidur karena mimpi buruk masa lalu. Bahkan seorang anak kecil yang entah dari mana datangnya. Semua cerita itu mengalir, jatuh ke udara, dan barista hanya mendengarkan. Ia tidak pernah memberi nasihat, tidak pernah ikut campur. Tapi setiap kata, setiap jeda, seolah menumpuk menjadi sesuatu yang lebih besar. Hingga akhirnya, pembaca mulai sadar: kafe ini bukan sekadar kafe, dan barista ini bukan sekadar barista. The Café adalah kisah tentang kehilangan, harapan, dan keberanian untuk mendengar. Sebuah perjalanan perlahan menuju sebuah rahasia besar: siapa sebenarnya barista itu... dan siapa sebenarnya pembaca.
All Rights Reserved
#10
eksistensial
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ATMA FATAMORGANA
  • Unexpectedly Yours
  • Stealing My Husband
  • My Step Mom?
  • Dua Langit Berbeda
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?!
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • MOTHER
  • The Place You Left Me [Menuz]

"Jadilah seperti lumut: ada, tapi tidak terlihat, dan kalau bisa jangan diinjak." Itulah moto hidup Sevanja Nandhira. Sebagai mahasiswi Seni Rupa di Universitas Brahmana yang isinya anak-anak sultan, Sevan lebih memilih menjadi "Cewek Suram" yang hobi begadang demi deadline gambar daripada harus bersosialisasi. Strateginya sederhana yaitu hindari keramaian, gunakan jalur tikus, dan tetap berada di luar Radius Seratus Meter dari orang-orang populer. Terutama dari Adiaksa Ranjaya Jasvanta. Aksa adalah segalanya yang Sevan hindari karena tinggi 185, bintang Ice Hockey, salah satu mahasiswa terkenal orang terkaya di kampus yang dijuluki Vanguard, dan memiliki aura "lampu sorot" yang menyilaukan. Bagi Sevan, Aksa adalah intimidasi visual dan gangguan dalam hidupnya. Lari cepat setiap kali melihat ujung jaket hoki Aksa adalah olahraga wajib. Namun, Sevan tidak tahu satu rahasia besar. Aksa bukan sekadar cowok populer yang iseng. Aksa adalah kolektor rahasia dari karya-karya digital anonim milik Sevan yang sangat emosional. Baginya, Sevan bukan sekadar "gadis berantakan" yang hobi kabur. Sevan adalah pelukis hantu yang selama ini ia kagumi karyanya. Kini, sang Forward tim hoki itu telah mengunci targetnya. Bukan di lapangan es, melainkan di lorong-lorong sempit fakultas seni. Dimulai dari satu krat susu coklat hingga aksi kejar-kejaran absurd yang bikin heboh satu kampus, Aksa bertekad menembus zona nyaman Sevan yang sekecil kotak pensil itu. Sanggupkah Sevan mempertahankan jaraknya, atau justru ia akan terjebak dalam pesona "Beruang" yang ternyata tidak se-polos kelihatannya? ~~~ DILARANG PLAGIAT (⁠ノ⁠`⁠Д⁠'⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻ pernah di unpublish karena di revisi. #01 teenfiction [ 20 Maret 2026] #01 absrud [ 20 Maret 2026] #01 gambar [ 20 Maret 2026] #01 fiksi [31 Maret 2026] #02 komedi [ 20 Maret 2026]

More details
WpActionLinkContent Guidelines