gagwanz #2min

gagwanz #2min

  • WpView
    Reads 2,756
  • WpVote
    Votes 192
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 5, 2026
"ape lo liat liat!" "lah lu yang apa liat liatin gua! naksir lu ye?" "Idih si najis, najis banget si kata gua mah, pede abis lo!" Percaya ga lo mereka ngelakuin itu ampir tiap detik, tiap menit, tiap jam tiap pagi dan tiap hari kalo ketemu, di lorong sekolah JYp High School. siapa lagi kalo bukan couple gagwnzz kita ini, oiya kenalin gue Yena adek kembarnya Lina. mungkin wkwkw soalnya menurut gueh dan amit amit juga mirip sama nek lampir satu ntu. oiya btw gua mau cerita bjirrr cape ga si kalo tiap detik tiap menit dan tiap hari ngeliatin dua anomali yang kalo ketemu tuh ga pernah akur?!!. lo harus dengerin gua cerita ya sampe kelar ga mau pusing sendiri pliss.
All Rights Reserved
#225
2min
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines