NEVER DIE! LUIE

NEVER DIE! LUIE

  • WpView
    Membaca 2,548
  • WpVote
    Vote 320
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung1j 34m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Feb 16, 2026
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Luie adalah seorang anak yang meregang nyawa di tangan ayahnya sendiri. Namun, bukannya menuju akhirat, ia justru dilempar kembali ke masa lalu. Sayangnya, takdir seakan mempermainkannya. Setiap kali ia mencoba menjalani hidupnya lagi, Luie selalu berakhir mati... tetap di tangan orang yang seharusnya melindunginya-ayahnya sendiri. Anehnya, kematian pun menolak dirinya. Malaikat maut seperti enggan menerimanya, membuat Luie harus terus mengulang lingkaran neraka: dibunuh, lalu kembali ke titik awal. Kali ini, Luie bersumpah. Ia tidak akan mati lagi. Apa pun yang terjadi, ia akan melawan, meski itu berarti harus berhadapan dengan ayahnya sendiri. "SIALAN! KALI INI AKU GABOLEH MATI! LIAT AJA KAU, AYAAAAHHHHH!" Tapi.. apakah memang Luie di permainkan oleh kematian? Atau.. ada hal tersembunyi yang menjadi alasan sebenarnya? Ingin tahu 'Misteri' itu? Yuk ikuti kisah Luie!!!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#48
manja
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jangan Berpaling Dariku
  • JELMAAN MALAM - by Mister RayZ
  • Kisah Nisa
  • CINTA TERINDAH - By Mister RayZ
  • Aleya
  • NIKMATNYA TUBUH BAPAK [ONGOING]
  • Chatralian's Home [END]
  • My Best Mama

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan