Ares dan Naya adalah sahabat sejak kecil. Ke mana pun Ares pergi, Naya selalu ada di sisinya. Mereka seperti dua kutub berbeda yang saling melengkapi-Ares yang tenang dan suka menyendiri, Naya yang ceria dan blak-blakan. Keduanya seperti tidak terpisahkan.
Lalu datanglah Keira, gadis biasa yang hanya ingin hidup tenang, jauh dari perhatian dan keramaian. Ia bertemu Ares secara tidak sengaja di taman kota, dan hubungan mereka tumbuh pelan-pelan. Keira tidak seperti Naya-ia tidak mencoba masuk ke dunia Ares, justru membiarkannya masuk ke dunianya yang sunyi.
Semula Ares hanya menganggap Keira menarik karena berbeda, tapi perlahan rasa itu berubah menjadi cinta. Namun, ketika perasaannya mulai terlihat jelas, Naya mulai berubah. Bukan karena ia mencintai Ares-setidaknya ia pikir tidak begitu-tapi karena ia merasa posisi yang selama ini ia miliki, perlahan tergeser.
Naya mulai menggoda, mengejek, bahkan terkadang mempermalukan Keira secara halus. Ia menyebutnya "hanya fase" bagi Ares. Tapi benarkah itu? Atau Naya sendiri yang belum menyadari perasaannya?
Di antara keheningan Keira, kesetiaan Naya, dan keraguan Ares, mereka semua harus memilih: bertahan dalam zona nyaman, atau jujur pada perasaan mereka yang menyakitkan.
Satu klik vote= satu senyum untuk penulisnya
suka sama alur ceritanya? jangan cuma dibaca diam-diam dong!😆
Yuk, vote, komen, share cerita ini ke teman-teman kamu.
Dukungan kalian bikin semangat nulis makin membara!Gas terus sampai ending, bareng-bareng ya💪💪🎇 Satu klik vote= satu senyum untuk penulisnya
suka sama alur ceritanya? jangan cuma dibaca diam-diam dong!😆
Yuk, vote, komen, share cerita ini ke teman-teman kamu.
Dukungan kalian bikin semangat nulis makin membara!Gas terus sampai ending, bareng-bareng ya💪💪🎇
All Rights Reserved