We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Our Destiny

Our Destiny

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 15, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
Magical Kingdoms
Romance
Takdir selalu mengejutkan. Bagaimana jika dalam satu kelompok pertemanan tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki hubungan keluarga yang baik? Ini konyol tapi, mungkin takdir terharu dengan mereka yang saling menguatkan hingga akhirnya membawa mereka ke dunia fantasi. Mereka masuk ke dunia novel romance dimana sang protagonis wanita diperebutkan oleh tiga Pangeran sekaligus?! Dan buruknya mereka menyadari bahwa mereka akan menjadi peran antagonis utama si wanita. Bagaimana selanjutnya takdir akan membawa mereka ke fakta terbesar dalam hidup mereka?
All Rights Reserved
#283
destiny
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Duke's Red String
  • The Reborn Mama (END)
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • My Villainous Stepmom [END]
  • Sin of The Villainess
  • The Unwritten Lady
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Just let me live, Duke!
  • A Family of Villains

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines