We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Asvara: Cahaya Dari Luka

Asvara: Cahaya Dari Luka

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Asvara: Cahaya dari Luka adalah lanjutan kisah dari novel pertama Asvara untuk Arunika. Jika di kisah sebelumnya cinta lahir dari layar dan tatapan yang menyala, maka kali ini cerita berlanjut pada luka, dendam, dan pilihan yang memisahkan. Asvara kembali menuturkan perjalanannya-tentang kehilangan, penyesalan, dan cahaya yang masih ia cari di tengah luka yang belum benar-benar sembuh. Di setiap halaman, pembaca akan menemukan suara hati yang rapuh, pertarungan antara cinta dan ego, serta pertanyaan: bisakah cahaya benar-benar lahir dari luka yang mereka buat sendiri? Novel ini bukan sekadar kelanjutan, melainkan jawaban yang selama ini tertinggal di antara kalimat-kalimat tak terucap.
All Rights Reserved
#381
kisahnyata
WpChevronRight
Series

Asvara dan Waktu

  • Asvara untuk Arunika: Rindu yang Menemukan Rumahnya
    25 parts
  • 25 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines