Rindu yang Tak Sempat Bertemu

Rindu yang Tak Sempat Bertemu

  • WpView
    Reads 185
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 57
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
Aldian Mahesa dan Aurelia Safira adalah dua jiwa yang pernah berjanji berjalan bersama. Namun waktu tak selalu ramah, jarak tak selalu memberi ruang. Aldian di Surabaya, Aurelia di Depok-terpisah oleh mimpi yang sama-sama mereka kejar, tapi tak lagi bisa mereka genggam bersama. Rindu tumbuh diam-diam, seperti hujan yang tak sempat disambut payung. Pertemuan yang direncanakan, berkali-kali gugur sebelum sempat terjadi. Mungkin cinta mereka bukan tentang memiliki, melainkan tentang merindukan yang tak pernah sempat bertemu. **DISCLAIMER** Karya ini adalah karya fiksi. Seluruh nama tokoh, karakter, dialog, alur cerita, serta sebagian peristiwa yang disajikan merupakan hasil imajinasi penulis atau telah diolah untuk kepentingan penceritaan. Penyebutan nama institusi, organisasi, perguruan tinggi, instansi pemerintah, lokasi, maupun peristiwa tertentu dilakukan semata-mata sebagai bagian dari latar cerita dan tidak dimaksudkan untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kondisi, kebijakan, pandangan, maupun sikap resmi dari pihak mana pun. Setiap kesamaan nama tokoh, karakter, atau peristiwa dengan individu maupun kejadian nyata, baik yang masih hidup maupun telah meninggal dunia, merupakan suatu kebetulan dan tidak dimaksudkan sebagai bentuk penggambaran terhadap pihak tertentu. Seluruh pandangan, pendapat, tindakan, dan keputusan yang disampaikan oleh para tokoh sepenuhnya merupakan bagian dari kebutuhan naratif dan tidak serta-merta mencerminkan pandangan pribadi penulis maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam karya ini. Hak cipta karya ini dilindungi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dilarang memperbanyak, mendistribusikan, atau mengalihwujudkan sebagian maupun seluruh isi karya ini dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penulis, kecuali sebagaimana diizinkan oleh ketentuan hukum yang berlaku.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • Almost Married (END)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines