Niya, seorang siswi sederhana yang baru melangkahkan kaki di bangku kelas 7, tidak pernah membayangkan bahwa hari-hari pertamanya di masa MPLS akan mempertemukannya dengan sosok yang diam-diam berhasil menyita perhatiannya. Putra, kakak kelas yang dikenal hangat, bersahabat, serta penuh keceriaan, tiba-tiba menjadi alasan jantungnya berdebar tanpa kendali.
Sejak momen itu, rasa kagum yang semula hanya sekadar kekaguman kecil perlahan berubah menjadi perasaan mendalam yang ia simpan rapi di sudut hatinya. Hingga suatu ketika, pada semester pertama, ketika ujian berlangsung dan ia mendapat kesempatan duduk bersebelahan dengan Putra, kebersamaan itu menghadirkan nuansa berbeda. Mereka berbagi canda, percakapan ringan, dan tawa sederhana yang justru menumbuhkan kedekatan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun, kejutan yang paling manis hadir setelah ujian berakhir. Dengan keberanian yang tidak terduga, Putra menyampaikan perasaannya secara langsung. Kata-kata itu begitu tulus hingga membuat Niya terdiam sesaat, sebelum akhirnya ia mengiyakan dan menerima perasaan itu.
Sejak hari itu, perjalanan kisah cinta remaja mereka pun dimulai-sebuah cerita sederhana namun sarat makna, penuh degupan pertama, kisah manis yang tak ternilai, dan kenangan yang mungkin akan selamanya terpatri dalam ingatan keduanya.
||FOLLOW SEBELUM BACA!!!||
"Ini kamar aku, nggak boleh nyelonong masuk tanpa izin" tegas Ala, kesal karena ruang pribadinya diakses tanpa seizinnya.
Kai menutup pintu, mendekat ke arah Ala yang sedang berbaring di ranjangnya.
"Ih, jangan naik" larangan Ala lagi-lagi diabaikan oleh pria itu.
Ala memberenggut kesal, pria kaku itu bahkan sudah bergabung di bawah selimut yang ia pakai.
"Sejak kapan suami istri punya kamar sendiri-sendiri?" bisik Kai tepat di belakang telinga Ala.
Ala merinding kegelian karena hangat hembusan nafas Kai.
"Sejak sekarang" pekik Ala begitu berhasil melarikan diri dari dekapan Kai. Dia berlari ke luar kamar, meninggalkan Kai yang tertawa puas setelah berhasil menggoda dirinya.
Masih terasa jejak usapan tangan Kai di perutnya tadi. Ala khawatir, apakah pria itu sudah tahu?
***
Cerita ini tentang dua sejoli yang hidup bertetangga namun tidak saling mengenal. Mereka bertemu karena sebuah insiden, hingga akhirnya semakin dekat dan mulai nakal tipis-tipis 🔞
⚠️⚠️⚠️
Terdapat beberapa konten dewasa eksplisit dan kata-kata vulgar, silahkan skip jika tidak berkenan. Bijaklah memilih bacaan.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN KARENA BACA CERITA INI GRATIS.
JANGAN JADI SILENT READER!