The chess game begins

The chess game begins

  • WpView
    Reads 646
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 123
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 21, 2025
FOLOW DULU SEBELUM BACA YA✨️ Di jalanan kota yang dipenuhi geng motor dan pengkhianatan, berdirilah baven narendra ravenzzo, seorang remaja dingin dengan luka masa lalu. Sejak kakaknya, Ardi, tewas secara misterius, baven bersumpah mencari kebenaran dan melindungi orang-orang yang ia sayangi, terutama adiknya, freya. Bersama sahabat-sahabatnya-alsean yang dingin namun setia, azka si extrovert yang selalu jadi penggerak semangat, dan Dion yang menyimpan rahasia kelam-mereka membentuk persaudaraan yang disebut DHF. Namun jalan mereka tak pernah mulus. Persaingan dengan geng motor lain, pengkhianatan dari orang yang dianggap saudara, hingga munculnya organisasi misterius bernama Outlows, menyeret mereka ke pusaran konflik yang jauh lebih besar. Di tengah kegelapan, muncul sosok bayangan-Axel dan Shadows-yang perlahan membuka mata baven bahwa kematian Ardi hanyalah bagian kecil dari permainan yang jauh lebih berbahaya. Pion demi pion jatuh, sampai akhirnya terungkap dalang utama: IBLIS manipulatif yang memperlakukan semua orang seperti bidak catur dalam permainan gilanya. DHF bukan sekadar cerita tentang geng motor. Ini adalah kisah persaudaraan, cinta, pengkhianatan, dan perjuangan melawan takdir yang kejam. Di jalanan, hanya ada dua pilihan: menjadi saudara, atau menjadi musuh.
All Rights Reserved
#313
sakit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Kalisa (End)
  • Someone [Tamat]
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Felicity [New Version]
  • I Luv U!✔
  • Naura [End]
  • BelaYovan (SELESAI)
  • Chasing Stars [end]
  • Naviera (Completed)
  • SHANA

"Ngapain lo!" Suara seseorang menyadarkanku, membuatku berbalik lalu menatapnya intens. Cowok belagu lagi. "Menurut lo, gue ngapain disini?" Ucapku setelah satu detik mencoba setenang mungkin. Dia menatap langit langit perpustakaan. Lalu menatapku kembali. "Lo ngadem kan," ucapnya dingin. Dia bukan bertanya, lebih tepatnya nuduh. "Sotoy banget lo!" Ucapku ketus tapi masih kategori pelan. "Aneh aja. Cewek kaya lo meluangkan waktu di perpus, apalagi sekarang nyari buku di rak matematika," ucapnya datar. "Emang kenapa?" Sahutku mulai kebawa emosi. Dia tersenyum miring. "Nggak pantes!" Ucapnya sambil mengeja. Lalu meninggalkanku dengan tersenyum devil. "Kenzo," panggilku berhasil membuatnya menoleh. Risih banget pertama kali manggil namanya. "Keren doang ya muka lo, tapi mulut lo busuk!" Mampus lo! Sakit hati sakit hati lo. Bodo amat dah. "Jadi gue keren?" "What?" Aku shock mendengarnya. "Thanks ya," ucapnya tersenyum sekilas sebelum benar benar meninggalkanku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines