The Wizard's Journey: Lyria Everveil's Grimoire

The Wizard's Journey: Lyria Everveil's Grimoire

  • WpView
    Reads 375
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 14, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Di dunia yang dipenuhi cahaya sihir dan bayangan kegelapan, Lyria Everveil pernah memiliki segalanya-sahabat, rumah, dan impian. Namun semua itu hancur ketika Akademi Sihir tempatnya bernaung disapu oleh serangan para penyihir kegelapan. Dalam satu malam, Lyria kehilangan teman-temannya, tempat yang ia sebut rumah, dan sebagian dari dirinya sendiri. Namun Lyria memilih untuk tidak terjebak dalam ratapan. Ia melangkah ke jalan panjang sebagai seorang pengembara, membawa sebuah Grimoire kosong yang perlahan ia isi dengan kisah, jejak, dan makna dari setiap perjalanan. Perjalanannya bukan sekadar menelusuri negeri-negeri asing, tetapi juga menyingkap arti kehilangan, persahabatan, dan harapan baru. Dari reruntuhan masa lalu, ia menulis kembali takdirnya sendiri. "Dunia ini terlalu luas untuk hanya duduk diam dan menyesali masa lalu. Maka aku memilih berjalan... Bukan untuk melupakan, tapi untuk menemukan arti dari semua yang pernah hilang."
All Rights Reserved
#7
animevibes
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • A Family of Villains
  • The Adiputra Family
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines