Hi, Sakti

Hi, Sakti

  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 14, 2026
Reubrian Arndika Sakti, atau yang akrab dipanggil Sakti, adalah seorang pria yang hidupnya hancur oleh dendam. Setelah tragedi tragis merenggut nyawa seseorang. Sakti memilih jalannya sendiri untuk membalas dendam. Namun, tindakannya itu justru membuatnya kehilangan arah, hati, dan tujuan hidup. Ia pun melarikan diri, menyepi, dan memilih Bandung di sebagai tempat pelariannya. Sakti pikir, hidupnya akan terus dingin dan hampa, seperti kabut yang selalu menyelimuti kota Bandung. Hingga suatu sore di Dago Pakar, takdir mempertemukannya dengan seorang gadis. Gadis itu, dengan syal hijaunya yang ceria, membawa kembali kehangatan yang sudah lama mati di hati Sakti. "Hi, Sakti," sapa gadis itu dan kata-kata itu menjadi awal dari sebuah kisah baru. Kisah tentang bagaimana sebuah hati yang beku bisa mencair, tentang arti memaafkan diri sendiri, dan tentang menemukan kembali harapan di tempat yang tak terduga.
All Rights Reserved
#110
90an
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Be My Wife
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Dateline [END]
  • Silent Traces by the Sea
  • Pawang Hantu Om Aktor

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines