6 Years In Silence

6 Years In Silence

  • WpView
    Odsłon 57
  • WpVote
    Głosy 17
  • WpPart
    Części 3
WpMetadataReadDla dorosłychZakończone pon., wrz 15, 2025
Hari pertama masuk SMP, seorang gadis kecil tanpa sengaja jatuh hati pada dunia yang sama sekali baru baginya, Marching Band. Suara drum, tiupan alat musik, dan barisan rapi membuatnya terpikat. Namun bukan hanya iramanya yang menawan - di sanalah ia pertama kali melihat sosok senior yang kemudian mengisi hatinya. Awalnya, itu hanya rasa kagum polos seorang adik kelas. Tatapan singkat, senyum tipis, dan ucapan penyemangat yang sederhana terasa begitu berarti. Hari-hari latihan marching band menjadi ruang rahasia tempat perasaannya tumbuh diam-diam. Namun waktu tak pernah mau berhenti. Sang senior lulus, meninggalkan barisan, sementara gadis itu hanya bisa menggenggam rasa yang tak sempat terucap. Ia berjanji pada dirinya sendiri meski tak pernah tersampaikan, ia akan menyimpan perasaan itu. Enam tahun berlalu. Gadis kecil itu kini tumbuh dewasa, menjalani hidup dengan segala perubahan. Banyak orang datang dan pergi, tapi hatinya tetap terikat pada satu nama, satu wajah, satu kenangan sederhana di lapangan sekolah. Dan ketika takdir mempertemukan mereka kembali, ia dihadapkan pada pertanyaan yang selama ini ia hindari. Haruskah ia tetap diam, atau akhirnya berani menyuarakan apa yang selama ini terpendam? "Cinta pertama tidak selalu untuk dimiliki. Tapi bisakah rasa yang dijaga enam tahun lamanya benar-benar hilang begitu saja?" ~ Alya Pramesti
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • The Villain Mother
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści