SAGARA  Let's play (TERBIT)

SAGARA Let's play (TERBIT)

  • WpView
    Reads 688
  • WpVote
    Votes 322
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 11, 2025
Sagara Aghazka dikenal sebagai murid paling populer di SMA Gracella. Wajah dingin, cerdas, dan penuh wibawa membuatnya disegani. Tapi di balik sosok sempurna itu, ia hanyalah anak yang tak pernah diinginkan keluarganya. Luka batin yang dipendamnya perlahan melahirkan sesuatu yang mengerikan: sebuah permainan bernama "Let's Play." Permainan itu bukan sekadar lelucon. Semua murid yang menerima undangan tiba-tiba terjebak di dunia alternatif, sebuah versi sekolah yang lebih gelap, dipenuhi jebakan, dan diawasi sosok bertopeng panda berdarah. Aturannya sederhana: menang atau mati. Namun ada yang lebih menakutkan-meski setiap "kematian" hanyalah simulasi dan mereka bisa kembali hidup, rasa sakit dan trauma itu nyata. Dan tidak semua yang kembali... kembali dengan cara yang sama. Zealyn Aurora, gadis jenius yang penuh rasa penasaran; Valen Axelo, atlet populer yang ceria tapi menyimpan ambisi; dan Ghevina Velisya, gadis penyendiri yang memegang rahasia sekolah-semuanya harus berhadapan dengan permainan berdarah ciptaan Sagara. Di balik setiap tawa Topeng Panda, ada misteri tentang siapa sebenarnya yang mengendalikan permainan ini. Dan saat rahasia itu terbongkar, mereka akan dihadapkan pada pertanyaan terakhir: Apakah permainan ini sekadar ilusi... atau kenyataan yang lebih kejam dari kematian itu sendiri?
All Rights Reserved
#563
psikopat
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trace of Tears
  • PANGEKAT GETIH [ END ]
  • Transmigrated as the Villain's Friend
  • Bisikan Takdir
  • SPION
  • who i am?
  • KANAGARA [END]
  • Fraktal Rahasia
  • The Rules!
  • Transmigrasi Kakak Antagonis (Revisi)

Mereka tidak membunuhnya. Mereka melakukan sesuatu yang lebih kejam yaitu memadamkan cahayanya. Tapi mereka lupa, musik tak butuh mata untuk dirasakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines