Story cover for Adiksi by kuriekume
Adiksi
  • WpView
    GELESEN 16
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
  • WpView
    GELESEN 16
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 1
Abgeschlossene Geschichte, Zuerst veröffentlicht Sep. 07, 2025
Pagi itu kau dikejutkan akan keberadaan tubuh di kamar kekasihmu, darahnya menetes dari luka tusuk, pisau masih tertancap. Kekasihmu membersihkan jemarinya di wastafel, seolah noda merah itu hanyalah sirup yang mudah dibersihkan. 

Kau tahu ini salah. Kau tahu ia telah melakukannya berkali-kali. Namun, ketika lengannya melingkar di tubuhmu dan suaranya berbisik ingin sarapan buatanmu, kau memilih untuk menutup mata. 

Cintanya candu, racunnya lebih manis daripada kesunyian tanpa dirinya yang mencekik naluri hidupmu dulu. 

Cerpen ini diikutsertakan pada Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Internasional Piala H.B. Jassin 2025

Lukisan karya Pamella C. Newell berjudul Red Rose I

©2025
Alle Rechte vorbehalten
Inhaltsverzeichnis

1 Kapitel

Melden Sie sich an und fügen Sie Adiksi zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 9
"Beneath Her Forbidden Touch" cover
One Shoot my baby KIM SUNOO🔞! cover
BACKSTREET  cover
The Wolfe's Countdown cover
Whispers In The Dark cover
Oneshoot cover
Change The Plot (Niel)   cover
REZELLA [End] cover
One-shot cover

"Beneath Her Forbidden Touch"

58 Kapitel Laufend

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.