
Pagi itu kau dikejutkan akan keberadaan tubuh di kamar kekasihmu, darahnya menetes dari luka tusuk, pisau masih tertancap. Kekasihmu membersihkan jemarinya di wastafel, seolah noda merah itu hanyalah sirup yang mudah dibersihkan. Kau tahu ini salah. Kau tahu ia telah melakukannya berkali-kali. Namun, ketika lengannya melingkar di tubuhmu dan suaranya berbisik ingin sarapan buatanmu, kau memilih untuk menutup mata. Cintanya candu, racunnya lebih manis daripada kesunyian tanpa dirinya yang mencekik naluri hidupmu dulu. Cerpen ini diikutsertakan pada Lomba Penulisan Cerpen Tingkat Internasional Piala H.B. Jassin 2025 Lukisan karya Pamella C. Newell berjudul Red Rose I ©2025Alle Rechte vorbehalten
1 Kapitel