"Dia Keithlyn Lucios, anak Robinson Lucios dan Dianne Lucios! Sekaligus calon tunangan mu, Al!." Ucap Edward, daddy Alister. "Tunggu? Calon tunangan? Apa kau yang merencanakan semua ini, dad?!." Jawab Alister di sana, intonasi nadanya kini sudah tak beraturan, urat urat di lehernya pun ikut bermunculan bersama dengan deru nafas menggebu milik pria itu.
"Ya!." Jawab Edward santai, bagai tak ada beban di ucapannya. "Tcih! Dan aku menolaknya!." Jawab Alister penuh penekanan di tiap nadanya. "Aku sudah menduganya! Namun, jika kau menolaknya, seluruh aset keluarga Smith akan sepenuhnya jatuh pada Galen, dan kau, tidak akan lagi menjadi bagian dari keluarga Smith!." Pungkas Edward. Alister kini semakin gencar mengepalkan tangannya di atas meja makan, pandangannya seakan menatap penuh kilatan amarah pada pria yang baru saja beradu mulut dengannya.
Ella dengan cepat berdiri dari tempat duduknya, kemudian berlari menjauh dari sana. "Allea!." Panggil Alister setelah menyadari pergerakan cepat dari perempuan yang sedari tadi terduduk di sampingnya, tanpa menunggu lama, Alister kini menyusul Ella yang tengah berlari entah kemana.
Grep!
"Dengarkan aku terlebih dahulu, Allea!." Lirih Alister setelah merengkuh erat tubuh milik Ella. "Hikss..! C-cukup A-alister, hikss.. hikss..! L-lanjutkan p-pertu- hikss..!." Ella tak sanggup, kalimat itu bagai belati yang siap menghunus tenggorokannya jika ia mengucap perkataan itu.
"Allea, ssstt! Aku tak akan bertunangan dengannya.. aku hanya milikmu, Allea! Kita akan tetap membesarkan anak ini bersama, aku janji!." Lirih Alister pilu, tangan pria itu kini mengelus pelan perut rata milik Ella yang kini terdapat malaikat kecil mereka di sana. "Kita cari cara bersama untuk membatalkan hal bodoh ini, sayang! Kau harus terus berada di sampingku, aku mencintaimu Allea, sangat!." Ucap Alister kembali dengan satu tetes air mata tumpah dari pelupuk matanya.
-----
Semoga kisah mereka tak akan berakhir menjadi luka belaka.
-Mintyee
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang