Rebuilding Our Torn Memories [END]

Rebuilding Our Torn Memories [END]

  • WpView
    Reads 8,619
  • WpVote
    Votes 755
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 4, 2026
Sejak masuk SMA, Ayla selalu sendirian. Dia bukan di kucilkan, tapi dia menutup diri dari orang-orang. Tak peduli seberapa tulus dari mereka yang mencoba mendekatinya, Ayla selalu memasang pembatas agar hatinya tertutup rapat. Semuanya karena dia pernah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya, sehingga kepercayaannya pada orang-orang juga menurun. Dia hanya tahu bahwa tak ada yang bisa dipercaya dari manusia. Jika bahkan orang terdekatnya mengkhianatinya, lantas siapa yang akan Ayla percaya? Tapi kemudian, di tahun kedua Ayla di sekolah menengah, seseorang dari masa lalunya kembali hadir di hidupnya. Orang yang dulu pernah mengkhianatinya dengan sangat menyakitkan, kini kembali dan malah mendekatinya. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Kenapa Serena mendekatinya setelah di masa lalu mengkhianatinya? Dan meninggalkannya seorang diri? Ayla membencinya, berusaha menjauhinya dan bersikap keras padanya, tapi Serena terus menerus mendekatinya, seolah mencoba membuka pembatas hatinya yang tertutup rapat. Bisakah Serena membuka hati Ayla? Atau apa sebenarnya alasan Serena mendekati Ayla? TBC...
All Rights Reserved
#848
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines