Rebuilding Our Torn Memories [END]

Rebuilding Our Torn Memories [END]

  • WpView
    Reads 8,619
  • WpVote
    Votes 755
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 4, 2026
Sejak masuk SMA, Ayla selalu sendirian. Dia bukan di kucilkan, tapi dia menutup diri dari orang-orang. Tak peduli seberapa tulus dari mereka yang mencoba mendekatinya, Ayla selalu memasang pembatas agar hatinya tertutup rapat. Semuanya karena dia pernah dikhianati oleh orang yang paling dia percaya, sehingga kepercayaannya pada orang-orang juga menurun. Dia hanya tahu bahwa tak ada yang bisa dipercaya dari manusia. Jika bahkan orang terdekatnya mengkhianatinya, lantas siapa yang akan Ayla percaya? Tapi kemudian, di tahun kedua Ayla di sekolah menengah, seseorang dari masa lalunya kembali hadir di hidupnya. Orang yang dulu pernah mengkhianatinya dengan sangat menyakitkan, kini kembali dan malah mendekatinya. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Kenapa Serena mendekatinya setelah di masa lalu mengkhianatinya? Dan meninggalkannya seorang diri? Ayla membencinya, berusaha menjauhinya dan bersikap keras padanya, tapi Serena terus menerus mendekatinya, seolah mencoba membuka pembatas hatinya yang tertutup rapat. Bisakah Serena membuka hati Ayla? Atau apa sebenarnya alasan Serena mendekati Ayla? TBC...
All Rights Reserved
#848
girlslove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines