Bayangan Bulan Ketujuh

Bayangan Bulan Ketujuh

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 13, 2025
Tanggal 15 bulan ke-7 Imlek, pintu alam baka terbuka, dan dunia manusia dipenuhi bisikan arwah kelaparan. Di malam Cit Gwee, Arga harus menghadapi arwah-arwah kelaparan yang mengejar setiap langkahnya, bayangan mereka menuntut balas atas kesalahan yang pernah ia buat. Dalam dunia yang hanya dipandu cahaya bulan dan suara arwah yang tak pernah berhenti, bisakah ia bertahan, ataukah ia akan terseret ke dalam bayangan yang lebih gelap?
All Rights Reserved
#145
chinese
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • CENAYANG (XingQiu)
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara
  • TUMBAL PESANTREN

Dio Hanim mengalami masalah besar yang berpotensi mencoreng nama baik keluarganya. Media memburunya tanpa henti, dan demi menyelamatkannya dari kurungan opini publik maupun jeruji besi, orang tua Dio mengambil langkah besar. Mereka mengirim Dio jauh dari sorotan dunia... menyamar menjadi guru relawan di sebuah desa terpencil. Namun, kehidupan di desa itu bergerak jauh di luar dugaan Dio. Hal-hal mistis yang selama ini tidak pernah benar-benar ia percayai ternyata benar-benar ada. Bukan hanya sekadar terjadi, melainkan juga mengikutinya, seolah-olah menjadikan Dio sebagai pusat dari semuanya. Perlahan, tanpa ia sadari, Dio terseret ke dalam sebuah permasalahan besar bersama seorang pria bernama Danang. Seorang pria dingin, kaku, dan menakutkan, dengan sejuta rahasia yang sengaja dia sembunyikan. Awalnya, keterikatan mereka terbentuk karena masalah yang melingkupi Danang. Namun semakin dalam mereka mencoba memahami apa yang sebenarnya terjadi, Dio mulai menyadari satu hal yang mengerikan, permasalahan ini bukan hanya milik Danang. Masalah itu juga miliknya. Dan semakin dekat Dio pada kebenaran, semakin jelas bahwa tidak ada jalan untuk mundur. Apa pun yang terjadi kepada mereka telah mengikat mereka berdua, dan hanya dengan menghadapinya bersama, semua ini bisa berakhir, atau justru menelan mereka sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines