128: Lone Fragments

128: Lone Fragments

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 10, 2025
Langit pagi Manhattan cerah seperti biasanya. Di Stasiun Pemadam 128, ada tawa dari sebuah lelucon, ada secangkir kopi hangat yang siap diminum, dan ada cincin yang menunggu untuk diberikan. Namun, satu panggilan darurat mengubah segalanya. Langit biru itu berubah menjadi kelabu. Waktu disana membeku, bersama dengan serpihan memori yang tersisa sendirian. ----- In memorial of all the heroes and victims of September 11, 2001. ----- Cerita ini berasal dari draft cerpen dari tugas sekolah yang sudah lama berdebu. ----- <128: Lone Fragments> © ReMonday_ Story and characters: Re Original work: Re Pictures in story: Google and Pinterest Edit cover: Re
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brother 21+
  • 𝑨𝑵𝑮𝑲𝑨𝑺𝑨 𝑿 𝑳𝑬𝑨𝑴
  • Whispers In The Dark
  • one shoot
  • Jevano William
  • SLAVE🔞 (END)
  • Third Person
  • ONE SHORT STORY 21+
  • ​The Emperor's Triple Trouble (Season 2)
  • ONESHOOT 1821+

Bagaimana jika kakak laki laki mu selalu cuek, bersikap dingin,tapi possesive kepadamu? itulah yang di rasakan oleh Aileen Arsyila Benitez.Aileen selalu dilarang untuk berkomunikasi dengan laki-laki lain kecuali kakanya dan ayahnya, entah mengapa kakanya itu selalu bersikap dingin kepadanya berbanding terbalik sikap kakaknya kepada adiknya itu. Padahal aileen merasa dirinya tidak mempunyai masalah dengan kakaknya itu. Penasaran?kuy baca! ⚠️Warning⚠️ mengandung kata kata kasar dan adegan untuk tidak di baca oleh seorang di bawah umur! ⚠️adult 18+⚠️ 🚫TIDAK DI PERKENANKAN UNTUK PLAGIAT🚫 🚫CERITA INI ASLI BUATAN SENDIRI🚫

More details
WpActionLinkContent Guidelines