Lakuna Mahaga

Lakuna Mahaga

  • WpView
    LECTURAS 10,268
  • WpVote
    Votos 1,169
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 6, 2026
WpInfo
No ficción
Ia berjalan di atas jalan yang penuh bebatuan tanpa alas kaki yang melindungi. Tubuhnya terus di guyur hujan, badai dan petir pun ikut menghancurkan harapan.
Todos los derechos reservados
#165
sickmale
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Radeya's Evanescence
  • Greyson's Son? - Cortis [Juhoon PU]
  • Blue Orbit
  • Goresan Terakhir
  • Buried Shadow [Revisi]
  • NOCTIS SOLARIS
  • Atma Samudra [End]
  • Duo badung dari Bandung | au Keonho
  • Separuh Rumah
  • Holy Heaven Gift

Ada banyak hal yang membuat Radeya berkali-kali ingin menyerah. Menyudahi semuanya. Namun, di sela-sela hidup yang tak pernah benar-benar ramah, Tuhan sesekali menghadirkan kebahagiaan. Kebahagiaan itu bersifat sementara. Tapi cukup untuk membuat Radeya memilih bertahan. Radeya Abimana. Berbeda dengan empat saudaranya yang menyandang marga Wiradinata, namanya berhenti di dua kata. Katanya, Wiradinata memang tidak diperuntukkan baginya. "Kamu tanya, apa alasan saya benci kamu?" Senyum simpul pun terpatri. Ekspresinya bertolak belakang dengan kalimat yang ia ucapkan setelahnya. "Karena kamu nggak akan pernah punya masa depan." Radeya memang diberi kehidupan. Namun sejak awal, hidupnya tak pernah benar-benar diterima. "Radeya cuma pengen hidup, Mbak. Sebagaimana mestinya yang Tuhan beri untuk dia. Tapi kamu menghancurkan semuanya."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido