Before the Last Letter Satu huruf tergores di telapak tangan korban. Polisi menganggapnya kebetulan. Ketika seorang wanita ditemukan tewas di pinggir jalan Bangkok, Detektif Force Jiratchapong menduga itu hanyalah pembunuhan terencana yang dilakukan seseorang dengan dendam pribadi. Tidak ada saksi. Tidak ada DNA. Hanya bekas jeratan yang rapi - dan satu huruf dalam aksara Thai yang terukir di kulit korban. Sebelum Force sempat memahami maknanya, korban kedua ditemukan. Dengan pola yang sama. Dan huruf berikutnya. Penyelidikan yang awalnya tampak sederhana berubah menjadi permainan sunyi antara pembunuh yang sabar dan polisi yang mulai menyadari bahwa setiap kematian bukan sekadar kejahatan - melainkan bagian dari sesuatu yang sedang disusun. Sebuah nama. Sebuah pesan. Sebuah kebenaran yang semakin mendekat. Dan ketika huruf-huruf itu hampir lengkap, Force mulai bertanya pada dirinya sendiri- Apakah ia sedang memburu seorang pembunuh... atau sedang berjalan menuju huruf terakhir yang telah ditentukan untuknya? Sebelum huruf terakhir terungkap, tidak ada yang benar-benar aman.
More details