Forget Me Not (An Other You)

Forget Me Not (An Other You)

  • WpView
    Membaca 83
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 16, 2025
Dulu kau bilang, aku akan melihatmu bersinar di panggung yang megah. Kau bilang, akan ada mahkota tersemat di kepala dan sebuah gelar terkalung di bahu indahmu. Kau bilang ketika itu terjadi, kau akan menghadap kamera dan menyapa kami di desa kecil yang kau tinggalkan. Conffeti menari dan berjatuhan mengelilingi tubuh dengan jutaan gema tepuk tangan dan ucapan selamat. Kau bilang, akan mewujudkan mimpimu menjadi Miss Japan dan akan membuat seluruh dunia berdecak kagum. Bahkan olehku yang pemalas dan tidak punya minat pada hal semacam itu. Tapi ketika 13 tahun itu berlalu, kita kembali bertemu. Kau bohong. Kau tidak berdiri di atas panggung. Kau berdiri di depanku dengan pandangan kosong. Seakan ada lubang besar dalam hatimu, bagai sebuah black hole yang merenggut pancaran matamu yang dulu hidup. Begitu hidup sampai aku merasa silau bila menatapmu. Kemana silau itu? Kini, aku mampu menatap matamu yang redup. Tapi aku tidak menyukainya. Aku lebih menyukai sinar matamu yang menyilaukan itu, meski aku tak mampu menatapnya. Kau. Kemana dirimu yang dulu, Ino?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || Romance Horror [END]
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine
  • Second
  • The King & The Doctor
  • Love at Time's Brink
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan