After Meet You [BL STORY!]

After Meet You [BL STORY!]

  • WpView
    Reads 337
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 17, 2026
"Gue cuma gak mau lo sial karena deket gue, Nic," lirihnya, seakan lebih bicara pada dirinya sendiri ketimbang ke orang di depannya. Pintu yang belum Nico tutup rapat itu membuat Langkah Nico terhenti, menyisakan celah cahaya dari lorong kos yang remang. Ia berdiri kaku, jantungnya berdegup lebih keras dari biasanya. Kata-kata itu, meski pelan, jelas, dan cukup untuk membuatnya tercekat. Keheningan kembali mengambil alih. Adam meremas ujung celananya, berusaha menahan getaran kecil di tangannya. Di matanya ada lelah yang tak bisa disembunyikan, juga takut-takut bahwa kehangatan singkat yang Nico bawa bisa hilang kapan saja, atau lebih buruk, berubah jadi luka baru. Sejenak Nico hanya diam, menelan semua rasa yang bertumpuk di dadanya. Ada marah, ada sedih, tapi juga ada iba yang tak bisa ia tolak. Tangannya masih menahan daun pintu, ragu apakah harus masuk lagi atau benar-benar pergi. Sementara di dalam, Adam tetap di kursinya, tak sadar kalau kalimat lirihnya terdengar. Ia menunduk, menutup wajah dengan satu tangan, seolah ingin menghilang dari dunia.
All Rights Reserved
#744
gaystory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • EVANESCENT (HIATUS)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines