Tersesat di Hutan Mereka

Tersesat di Hutan Mereka

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing7m
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
Empat sahabat-Dira, Nayla, Raka, dan Ilham-memutuskan mengikuti pendakian bersama rombongan pecinta alam. Namun, sejak kaki mereka menginjak batas hutan itu, suara-suara aneh mulai terdengar. Seorang warga tua sempat memperingatkan, tapi mereka menertawakannya. Mereka tidak tahu, langkah mereka baru saja membangunkan sesuatu yang tidak pernah ingin disentuh manusia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Best Mama
  • Gending Jawa
  • Bumi
  • THE BLACK FLOWER ✔
  • Mimpi-Mimpi AKT 48
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Cinta Biar Betul ?
  • The Last Of Us - Chapter 1 [COMPLETED]
  • Dendam

Anaya berusia 23 tahun, setelah menyelesaikan pendidikannya dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai personal assisten dari bos cewek super perfeksionis yang super bawel, ribet dan melelahkan "Gusti... kerja capek, gak kerja gak bisa makan.. ribet banget idup" Saat dipertengahan jalan menuju bandara untuk perjalanan dinas, mobil yg dikendarai mengalami kecelakaan karena menghindari kendaraan yg tiba - tiba melintas didepannya. Saat benturan dikepalanya terjadi "Tuhan... baru saja aku merasakan gaji ke 2 setelah bayar hutang. Semoga dikehidupan selanjutnya, gue hidup bergelimang harta, bersuami kaya, berbentuk cantik bak peri" lama- lama kepalanya terasa begitu berat dan semuanya gelap. ****** Dalam mimpinya banyak adegan kekerasan yg dilakukan oleh wanita cantik kepada anak- anak yg bahkan Anaya perkirakan baru berusia 2 tahun "Ampun mama, ampun" sang anak terus menangis sambil memegang tangannya yg di cubit. Karena tidak kuat dengan adegan dalam mimpi, Anaya berusaha membuka matanya hingga "Duchess, Mohon ampuni saya duchess. apakah duchess sudah merasa baik, saya akan panggilkan tabib" Dengan nyawa yang belum berkumpul ia biarkan sosok yang memakai pakaian pelayan zaman dulu itu keluar dari kamar dan ia fokus menatap sekeliling yang terasa aneh. tiba- tiba kepalanya seperti di pukul alat berat dan terasa sangat pusing, hingga kegelapan datang kembali **** On going Cover: pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines