diam yang mengikat

diam yang mengikat

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 9, 2026
Raka dan Aruna pernah saling menggenggam dalam cinta yang tak diragukan. Lalu Keira datang. Membawa tawa yang berbeda, kehangatan yang tak pernah diberi nama. Ada rasa yang tumbuh diam-diam, Terlalu dalam untuk diabaikan, namun terlalu takut untuk diakui. Aruna melihat semuanya. Kedekatan yang perlahan berubah, jarak yang tak pernah diminta. Ia memilih diam, bukan karena lemah, tapi karena terlalu mencintai untuk merusak. Menjaga persahabatan, meski harus melukai dirinya sendiri. Kebohongan kecil itu tak akan abadi. Mereka semua tahu. Namun, diam cukup untuk membuat mereka tetap bersama. Meski hati masing-masing perlahan retak, tanpa suara. Sebuah kisah tentang cinta yang tak sempat diperjuangkan, dan tentang bertahan... meski tahu akan kehilangan.
All Rights Reserved
#780
pengorbanan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • BACKSTREET
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Change The Plot (Niel)
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife
  • Mission
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines