Guava
  • WpView
    MGA BUMASA 79
  • WpVote
    Mga Boto 11
  • WpPart
    Mga Parte 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Dec 4, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Pada tahun 1993, Raian Adelard adalah seorang mahasiswa yang sedang cuti kuliah dan bekerja di sebuah toko roti. Ia mengunjungi museum bernama Eien no Galleria, yang memiliki koleksi lukisan kuno yang terawat. Di museum tersebut, Raian teringat pada masa sekolahnya saat melihat seorang admin yang mirip teman SMA-nya. Ia juga melihat poster di dekat museum tentang lomba puisi yang bisa memberinya hadiah $1000 USD jika puisinya menjadi juara pertama. Raian merasa tertarik untuk ikut serta. Keesokan harinya, Raian kembali ke museum untuk melihat lukisan kuno, khususnya lukisan pohon jambu yang langka. Sambil mengingat momen tertentu, ia terus memikirkan lomba puisi. Saat bekerja di toko roti, ia melihat pengumuman lomba puisi yang akan diselenggarakan dalam lima hari. Setelah menyapu toko, Raian punya waktu untuk menulis puisi di depan toko. Sambil menulis, ia terinspirasi oleh langit. Namun, ketika ia berlatih puisi di jalan, ia terjatuh dan kertas-kertasnya berhamburan. Seseorang, yang ternyata adalah admin museum, menegurnya dan bertanya jika ia suka puisi dan lukisan. Raian menjawab ragu, mendapatkan pernyataan misterius dari orang tersebut yang membuatnya bingung dan penasaran tentang masa lalunya. Raian pun agak kebingungan dengan kata-kata yang didapatkan dari jalanan itu setelah itu juga orang itu diakhiri Ekspresi yang agak meragukan, Apakah ia akan goyah mendengarkan kata-kata itu dan ia penasaran dengan suara itu beberapa hari kemudian untuk menemukan jawaban-jawaban itu yang terkait dengan masa lalu masa sekolah nya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman