Love In The pain

Love In The pain

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
Adira Raveena : Kamu tahu Burung merpati? Anggap saja aku seperti merpati itu, merpati yang terlalu terbang tinggi. Dan kini sayapnya patah karena angin yang terlalu kencang. Ia harus beristirahat untuk menyembuhkan lukanya. Terlalu lelah katanya. Sayapnya tidak kuat untuk terus menuju tujuan yang diinginkannya. Kini merpati itu sedang diam sendiri. Ia sedang berfikir, apakah ia harus terus terbang, atau berhenti. Rafisqy Argi Naruna : Kamu tahu cerita Raja Sisyphus? Yang dihukum Dewa dan harus menggelindingkan batu ke atas bukit yang curam, tapi saat mau sampai ke puncak batu itu akan tergelincir dan terus menerus melakukan hal yang sama. Mungkin terdengar sia-sia karena batu itu akan terus tergelincir, ya bisa diartikan sebagai metaforg untuk tugas yang tidak ada hasilnya. Tapi, ada satu hal yang terus dilakukan Raja Sisyphus, dia tidak menyerah meskipun tugasnya tidak ada hasilnya, Dia terus menggelindingkan batu ke atas bukit, menunjukan ketekunan dan ketabahannya. Adira, meski dunia kamu terlihat gelap, dan semua usaha yang kamu lakukan itu terasa melelahkan, percaya sama aku, selama kamu tabah, kamu bisa melewati semua ini. Seperti Raja Sisyphus itu.
All Rights Reserved
#34
harryvaughan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Langit Berbeda
  • ATMA FATAMORGANA
  • Gila!?, Gue Jadi Kucing?! (Hiatus)
  • My Step Mom? [END] ✔️ - REVISI
  • The Place You Left Me (Menuz) [END]
  • MOTHER
  • Unexpectedly Yours
  • Stealing My Husband
  • GAREL ; POSESIF BROTHER
  • BOUND WITHOUT LOVE (END)

Dua anak kembar yang terpaksa terpisah sejak tangis mereka pertama kali terdengar di bumi-sang ibu membawa Saka, sang ayah membawa Kael. Satu tumbuh dalam kehangatan dan prestasi, dikelilingi senyum dan harapan. Satu lagi belajar bertahan di rumah yang keras, memeluk mimpi di dalam air, lalu kehilangannya oleh tangan yang seharusnya melindungi. Mereka hidup di dunia yang sama, bersekolah di tempat yang sama, bahkan memiliki wajah yang hampir serupa. Namun tidak pernah tahu bahwa darah yang mengalir di tubuh mereka berasal dari luka yang sama. Ini adalah kisah tentang keluarga yang retak, mimpi yang dipatahkan, dan dua saudara yang berjalan berdampingan tanpa pernah benar-benar bertemu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines