Jesslyn
  • WpView
    Reads 255
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 7, 2025
#Soon to Be Mrs. Miller #21🚫 Abigail Jesslyn Gretta wanita yang dikenal judes, galak, dan sulit ditaklukkan. Ia bukan tipe perempuan manis yang rela menunduk demi siapa pun. Tapi dibalik sikap kerasnya, ada satu rahasia besar: ia pernah mencintai dengan bodoh-dan masih melakukannya sampai sekarang. Christian Abinaya Miller. Pria yang ia tunggu bertahun-tahun, hanya untuk kembali dengan membawa kabar pahit: ia sudah bertunangan. Dan lebih kejam lagi, tunangannya adalah Hanna... sahabat Jesslyn sendiri sejak sekolah. Jesslyn berusaha keras untuk terlihat kuat. Ia bisa menertawakan luka hatinya, bisa melontarkan kata-kata pedas, bahkan bisa berpura-pura baik-baik saja. Tapi bagaimana caranya berpura-pura, ketika setiap tatapan Christian membuat tembok yang ia bangun runtuh seketika?
All Rights Reserved
#264
hug
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • Kembang Desa
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines