Di saat teman-temannya menghabiskan masa muda mereka bermain, berpacaran, hang-out, dll. Radit justru menghabiskannya di dalam dinding putih dengan bau khas obat rumah sakit. Namun, bukan rumah sakitnya sendiri yang membuat Radit betah di sana. Melainkan, ia sedang menjaga satu hal yang sangat penting baginya.
"Pasti bisa, kamu ada di sini aja udah membekas di hati seseorang"
"Hati siapa?"
"Abang"
Bagi gue, dia adalah bintang paling terang sejagat Raya
Disclaimer: karya ini hanya fiksi, dari imajinasi author.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang