Tumpahan Darah

Tumpahan Darah

  • WpView
    Leituras 39
  • WpVote
    Votos 19
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadConcluída sáb, set 20, 2025
WpInfo
Não Ficção
Gak tau deskripsi nya kalo mau baca baca aja kalo gak mau baca ya gak usah baca
Todos os Direitos Reservados
#335
darah
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • TAKHTA TANPA JIWA
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Family sex!?
  • {WN} Shadow Slave II
  • Hyacinth
  • mela · ˖𖧧
  • LEONATHAN (𝙗𝙤𝙮𝙥𝙪𝙨𝙨𝙮 End)
  • {WN} Shadow Slave VI
  • Suami Rahasia [TERBIT]
  • Crack Pair/Seungcheol Bottom/Uke

Yogyakarta, 2005. Di usia 29 tahun, Raden Mas Hanggar Arisya merasa hidupnya bukan lagi miliknya. Sebagai pewaris takhta, ia terjepit di antara dua dunia: kecintaannya pada kebebasan modern bersama Alysia Verbeke, kekasihnya yang berjiwa liberal, dan tuntutan kolot para sesepuh keraton. Bagi keraton, Alysia adalah ancaman. Wanita keturunan pahlawan-Belanda itu dianggap terlalu liar dan tidak akan sudi tunduk pada protokol paugeran yang kaku. Paman Hanggar, KGP Joyodiningrat, memberi ultimatum: Hanggar harus segera naik takhta demi stabilitas, namun syarat utamanya adalah menikahi Sekar Ayu, gadis ningrat yang dianggap "sempurna" karena kepatuhannya. Hanggar membenci rencana itu. Baginya, Sekar hanyalah wanita yang "dijual" oleh keluarganya demi posisi politik. Namun, ancaman kudeta internal dan kesehatan ayahnya yang kian memburuk memaksanya menyerah. Ia terpaksa melepas Alysia dan menikahi Sekar dalam sebuah upacara megah namun hampa. Maka dimulailah kehidupan Hanggar di dalam istana sebagai penguasa baru yang dingin. Ia memakai mahkota emas, namun batinnya mati. Ia berbagi ranjang dengan Sekar, namun tak pernah berbagi hati. Inilah awal dari Takhta Tanpa Jiwa, sebuah kisah tentang kekuasaan yang dibangun di atas reruntuhan cinta dan harga diri yang dikorbankan demi tradisi.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo