Mission: Win Giselle Nathania

Mission: Win Giselle Nathania

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 16, 2025
Kael Wiranata, siswa kelas XI yang terkenal ceria, supel, dan penuh energi. Wajahnya yang tampan mirip idol K-Pop membuat banyak teman sekolahnya diam-diam menaruh hati padanya. Tak jarang, Kael jadi bahan bisik-bisik di lorong sekolah karena senyumnya yang gampang bikin leleh. Meskipun dikelilingi banyak penggemar, Kael sama sekali nggak sombong. Justru sifatnya blak-blakan, jujur, dan apa adanya bikin dia semakin menonjol. Dia selalu bisa bikin suasana jadi lebih ringan dengan candaannya, tapi kalau sudah menyangkut Giselle Nathania, kakak kelas yang lebih tua setahun darinya, Kael berubah jadi sosok yang penuh tekad. Bagi Kael, rasa sukanya pada Giselle bukan sekadar "naksir kakak kelas cantik", melainkan sebuah misi yang harus diperjuangkan. Blak-blakan dalam mengungkapkan rasa, Kael sering bikin Giselle kewalahan dengan cara-cara unik dan spontan yang kadang kocak, kadang bikin deg-degan. Di balik keceriaannya, ada satu hal yang pasti Kael tahu hatinya hanya untuk Giselle, meski banyak orang lain yang juga menyukainya.
All Rights Reserved
#456
schoolromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Transmigrasi Ziora
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines