Dilema Kepentingan

Dilema Kepentingan

  • WpView
    LECTURAS 251
  • WpVote
    Votos 20
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, oct 1, 2025
Setelah merampungkan pendidikan di negeri seberang, polemik tanah air menyambut kedatangan Dwiwangsa Bening Ayu. Memikul harapan sebagai pewaris partai politik tidak pernah terasa mudah. Dibantu Respati Andanu, hari-harinya erat dengan lembar demi lembar tokoh penting dan gelombang pemerintahan yang harus dipelajari. Saat penerimaan mulai hadir, polemik justru datang silih berganti. Perasaan tak terduga yang muncul berkat pertemuannya dengan Laksana Banyu Samudera, sang juru bicara presiden, mengantarkannya pada dilema tak berujung. Tersohor akan loyalitasnya pada presiden, Banyu tidak lebih dari seorang pria dewasa yang berpegang bahwa pekerjaan adalah hidupnya. Ia sulit memilih antara karir atau cinta. Sementara di sisi lain, kehadiran terstruktur Respati perlahan menimbulkan perasaan aman dalam diri Bening. Tanpa banyak bicara, hanya melalui gestur sederhana. Untuk urusan pekerjaan, Bening jelas memilih Respati. Tapi untuk urusan romansa, hati kecilnya tertuju pada Banyu. Akankah takdir sejalan dengan kehendak? Atau malah membelenggunya lebih lama dalam sebuah pusara bimbang?
Todos los derechos reservados
#61
ajudan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • President's Wife
  • Heyu : Second Gear
  • El and Jerganio (End)
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • Skyline Marriage
  • Kamu Hanya Milikku
  • The Cold Ceo's Hidden Heir
  • MORSE: POSSESSIVE EX
  • GUMI [Completed]

Dewandra telah memantapkan hati untuk tidak pernah menikah. Selama 25 tahun, ia mengabdikan hidup sebagai tentara setia demi melindungi negara. Hingga di usia 41 tahun, ia diangkat menjadi pemimpin tertinggi-menyandang status RI 1. Dua tahun menjabat pasca-lengsernya sang ayah yang merupakan Presiden ke-8, Dewandra tetap tak sedikit pun terusik oleh bayangan pernikahan. Namun, takdir rupanya punya rencana lain. Pada perayaan Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025, matanya tak sengaja menangkap sosok gadis berkebaya putih dengan kain batik merah. Rambutnya tergerai indah, dihiasi senyum manis yang menawan. Meski hanya tatapan sekilas, wajah itu seolah tertanam permanen dalam ingatannya. Gadis itu adalah Natasha Aira Van-dijk Chandramukhti-putri tunggal dari salah satu menteri di kabinetnya sendiri.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido