Collision Course

Collision Course

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tidak semua pertemuan diciptakan untuk indah. Ada kalanya semesta justru mempertemukan dua jiwa yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing, hanya untuk membiarkan mereka saling bertabrakan. Ia adalah badai yang liar, keras kepala, dan tidak mengenal kata diam. Suaranya memenuhi ruangan, langkahnya selalu meninggalkan jejak, dan kehadirannya bagai angin yang mustahil bisa dibendung. Kehidupannya penuh dengan tawa, kegaduhan, dan kenekatan yang sulit dipahami orang lain. Sementara itu, ada seseorang yang seolah hidup di kutub yang berlawanan. Dingin, tenang, dan terlalu acuh terhadap dunia di sekitarnya. Kata-katanya singkat, tatapannya menusuk, dan senyumnya hampir tidak pernah terlihat. Ia bagaikan tembok batu yang sulit ditembus, kokoh namun terasa jauh. Keduanya seharusnya tidak pernah bersinggungan. Namun, takdir tidak mengenal kata "seharusnya." Ketika badai liar bertemu dengan tembok dingin, bukan sekadar percikan kecil yang tercipta-melainkan ledakan besar yang mengguncang segalanya. 📌 Hak Cipta Cerita ini merupakan karya orisinal penulis. Seluruh, alur, nama panjang, maupun kejadian cerita di dalamnya adalah hasil imajinasi dan kreasi penulis. Dilarang keras untuk menyalin, memperbanyak, mendistribusikan, atau menerbitkan ulang karya ini, baik secara keseluruhan maupun sebagian, tanpa izin tertulis dari penulis. Setiap kesamaan dengan nama, tempat, atau kejadian nyata hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. © 2025 [Lintar] - All Rights Reserved
All Rights Reserved
#13
boboiboytaufan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines