Kita pernah sama-sama menyukai bulan, menatap langit dengan rindu yang diam-diam tumbuh di antara kita.
Aku tahu hatimu sama, aku bisa merasakannya. Namun, ketakutanku membuatku memilih diam. Kata-kata yang seharusnya terucap, terjebak dalam sunyi.
Kini, kau sudah menggenggam tangan orang lain, sementara aku masih sendiri-menyimpan penyesalan yang tak pernah selesai. Setiap malam, aku kembali menatap bulan, seolah berharap langit memberi kesempatan kedua.
Ini adalah kisah tentang rasa yang tak pernah tersampaikan, tentang cinta yang datang di waktu yang salah, dan tentang harapan yang terus hidup meski terlambat
All Rights Reserved