We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Zuyu Diary

Zuyu Diary

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 24, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"𝗧𝗿𝗮𝘂𝗺𝗮 𝗶𝘁𝘂 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮." Bagi Zuyu, jika ada orang yang menganggap trauma itu hanya ketakutan yang perlahan akan hilang, maka Zuyu lah orang yang akan membantah keras soal hal itu. Wanita yang hidup dengan bayang-bayang masalalu yang masih sulit ia lupakan. Walau sudah tiga belas tahun berlalu, bayangan masalalu itu masih terus menghantuinya bagaikan bayangan yang tak akan hilang kemanapun ia pergi. Ibunya meninggal saat usia zuyu yang baru menginjak tujuh tahun, membuat hidupnya yang sudah hancur malah semakin hancur. Selama ia hidup bersama ayahnya dan satu adik perempuannya, hidupnya selalu di beda-bedakan, cara, pendidikan, kasih sayang. Sialnya, saat menginjak usia tujuh belas tahun, kekasihnya malah memiliki hubungan dengan adik kandungnya sendiri, membuat traumanya kembali menguasainya hingga akhirnya memilih untuk mengikuti sang kakek yang berada di luar negeri. Tiga tahun nyaman bersama sang kakek yang sudah mulai sakit-sakitan, Zuyu terpaksa harus kembali dan tinggal lagi bersama sang ayah yang menurutnya paling brengsek akan menikah lagi dengan seorang janda beranak satu dan pengusaha kaya. Lantas, apa yang akan terjadi dalam hidupnya kali ini? Apakah trauma itu tak akan pernah hilang lagi? Atau apakah hidupnya akan jauh berbeda karena akan memiliki ibu dan saudara tiri? ⚠️𝗨𝗽 𝘀𝗲𝗺𝗶𝗻𝗴𝗴𝘂 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗽𝗮𝗿𝘁. 𝗞𝗲𝗰𝘂𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗮𝗹𝗼 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗻𝘆𝗮 𝗹𝗮𝗴𝗶 𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • The Time
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines