Story cover for Tangled heart by juskopi18
Tangled heart
  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 11
Ongoing, First published Sep 12, 2025
Tangled Hearts


Ana Maria tumbuh sebagai seorang yatim piatu, namun ia tak pernah kehilangan semangat untuk hidup dengan penuh harapan dan ketulusan. Satu-satunya pelipur lara dalam hidupnya hanyalah Joana, sahabat masa kecilnya. Namun ketika Joana diadopsi oleh keluarga kaya, jalan hidup mereka pun berpisah-hingga takdir kembali mempertemukan mereka dengan cara yang tak terduga.

Benaya Wyatt, kakak angkat Joana, menyimpan cinta terlarang untuk Joana-cinta yang ditolak keluarganya dan harus ia sembunyikan di balik kewajiban serta status. Untuk menghindari perjodohan, ia justru melamar Ana, menciptakan ikatan yang dibangun bukan dari kejujuran, melainkan demi bertahan.

Ana menerima pernikahan itu dengan hati penuh cinta, tanpa tahu ada bayang-bayang rahasia di antara Benaya dan Joana. Di balik senyum, bisikan, dan janji-janji yang tak terucapkan, mereka masing-masing berjuang dengan kesetiaan, kerinduan, dan pengorbanan.

Dalam dunia di mana cinta terjerat antara kebenaran dan kebohongan, akankah hati-hati ini menemukan kedamaian? Ataukah mereka akan selamanya terjebak dalam kesunyian?
All Rights Reserved
Sign up to add Tangled heart to your library and receive updates
or
#281jaeren
Content Guidelines
You may also like
Nala dan Mas Juragan by jenoya____
51 parts Ongoing
Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.
You may also like
Slide 1 of 10
Nala dan Mas Juragan cover
Hello Mr. Komrad cover
Candu Sentuhan Sahabat Hyper  cover
Nakula cover
Salah Status cover
Kembang Desa cover
EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END] cover
Rencana Pensiun Dini Nona Villain cover
Prahara Lamaran [END] cover
Stand by Me cover

Nala dan Mas Juragan

51 parts Ongoing

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.