Unwilling Vows

Unwilling Vows

  • WpView
    Reads 198
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 26, 2025
Tentang penikahan yang tidak saling di landaskan oleh cinta, seseorang dipaksa mengambil alih tempat di pelaminan-menggantikan adiknya demi menjaga nama baik keluarga. Tanpa cinta, tanpa persiapan, mereka berdua menikah, pria asing yang sama sekali tidak menginginkannya sebagai pasangan. Pernikahan itu menjadi awal dari kehidupan yang penuh rasa benci dan luka-dinginnya perlakuan pasangan, tekanan keluarga, dan rasa kehilangan atas hidup yang seharusnya bukan miliknya. Namun di tengah kepahitan, seseorang itu akan tetap bertahan, belajar menerima, dan tanpa sadar, perlahan-lahan mengubah kebencian menjadi sesuatu yang tak pernah ia harapkan "cinta". Tapi, akankah cinta dapat menyembuhkan luka yang ditorehkan oleh pernikahan yang tak pernah diinginkan?
All Rights Reserved
#11
pengganti
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • REGAN's Crazy Wife
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel)
  • Mission
  • BACKSTREET
  • Chana's Transmigrasi

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines