Banda Neira

Banda Neira

  • WpView
    Dibaca 428
  • WpVote
    Vote 256
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Feb 1, 2026
WpInfo
Fiksi Penggemar
NCT
"Eh, sorry sorry, ga sengaja". Angkasa menatap askara yang terduduk jatuh, lalu membantu askara berdiri. " Lain kali hati hati" "Iya iya, maaf ya, ga lihat tadi kalau ada orang di belakang" __________ Di sebuah rumah mewah yang dipenuhi tawa dan kehangatan, tumbuhlah seorang anak bernama Askara Arutala Neira. Ia bukan hanya buah hati keluarga, tapi juga cahaya kecil yang menerangi hari-hari semua orang di sekitarnya. Sejak lahir, Askara hidup dalam lingkaran kasih sayang yang tak pernah putus-dikelilingi oleh orang-orang baik yang menyayanginya sepenuh hati. Papa dan Mama selalu ada untuknya, memberikan pelukan hangat, perhatian penuh, dan cinta yang tak bersyarat. Tak ada hari yang terlewat tanpa senyum mereka, tanpa belaian lembut dan kata-kata penuh kasih yang menenangkan. Kakak dan Abangnya pun tak kalah sayang. Mereka bukan hanya penjaga kecil Askara, tapi juga sahabat pertama dalam hidupnya-siap menghibur, melindungi, dan menemani setiap langkah kecil yang ia ambil. Di tengah keluarga yang ceria dan penuh kehangatan, Askara tumbuh bahagia. Dunianya penuh warna, dinding rumahnya dipenuhi kenangan indah, dan hatinya senantiasa damai. Karena bagi Askara, rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tempat cinta tinggal dan tumbuh bersama.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#929
cemara
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan